SEPASANG KAKEK NENEK PENJUAL KAYU BAKAR
Sepasang Kakek emad dan nenek uki Seorang kakek nenek yang usianya sudah sangat tua harus berjualan untuk kehidupannya. Kakek nenek hidup hanya berdua saja tidak mempunyai anak. Ia berjualan kayu bakar yang penghasilannya cukup untuk makan sehari-hari. Namun kakek dan nenek hanya menerima beberapa rupiah saja. Usianya yang sangat tua kakek nenek sudah kesulitan untuk melakukan aktivitas termasuk berjalan. Setelah beberapa hari nenek mengalami kesakitan dibagian mata dan kakinya. Nenek setiap harinya hanya terbaring diatas tempat tidur, kakek yang merawat nenek selama sakit itu karena pasang suami-istri ini hanya berdua saja dan tidak ada keluarganya. Untung saja ada tetangga yang selalu peduli kepada kakek dan nenek yang selalu memberi makan,minum dan memberikan obat buat nenek. Setelah kakek merawat nenek, kakek tidak berjualan lagi karena nenek tidak ada yang mengurusinya. Kakek sangat sulit untuk mencari kebutuhan hidupnya karena sudah tidak berjualan lagi. Tetangga kakek nenek merasa kasihan karena hanya hidup berdua dan akhirnya tetangga memberi makan dan minum untuk kakek nenek, bukan hanya memberi makan minum saja tetapi memberi sembako untuk kakek nenek begitu baik sekali tetangganya dia sangat peduli sekali dengan kakek nenek "Semoga kakek nenek bisa mencukupi kebutuhannya" ucap tetangganya yg baik hati
“Terimakasih banyak, kamu begitu peduli sekali dengan kami" ucap kakek yang merasa terharu
Setelah beberapa bulan akhirnya nenek sudah membaik dan sehat kembali, kakek pun akan berjualan lagi seperti biasa. "Saya sudah sehat, sebaiknya kakek jualan saja" ucap nenek "Betul sudah sehat? Baiklah kalau sudah sehat besok kakek akan berjualan lagi" ucap kakek. Kemudian setelah beberapa hari berjualan nenek sakitnya kambuh lagi dan sakitnya lebih parah, nenek hanya bisa terbaring saja, untuk kencing atau buang air besar ditempat tidur. Sebaiknya nenek dibawa kedokter tetapi kakek tidak mempunyai uang untuk kedokter nenek hanya minum obat-obatan yang beli diwarungan saja dan pada akhirnya ada beberapa tetangga yang menjenguk nenek untuk segera dibawa kedokter.
“Nek yang dirasa sakitnya apa?ucap tetangganya
" Kaki sakit tidak bisa berjalan nenek hanya bisa terbaring ditempat tidur" ucap nenek
“Bawa kedokter ya nek nanti kami yang biayain nenek ke dokter" Nenek pun tidak bisa berkata-kata hanya terdiam saja dan mengagukan kepala Setelah itu nenek dan kakek kedokter bersama tetangganya, sesampai didokter nenek harus diangkat karena nenek tidak bisa berjalan. Nenek dan kakek segera masuk keruangan untuk periksa nenek. Setelah sudah diperiksa nenek kakek dan tetangganya langsung pulang.
"Terimakasih sudah bawa nenek ke dokter" ucap kakek kepada tetangganya
"Sama-sama kek semoga nenek cepat sembuh" ucap tetangganya
Nenek akhirnya istirahat, kakek memasakan nenek bubur agar nenek cepat sembuh. Nenek pun makan sama bubur buatan kakek setelah makan nenek minum obat. Setelah itu beberapa minggunya asupan makan nenek tidak mau masuk dan obat pun nenek tidak masuk,nenek sudah terbaring dan tidur saja setiap harinya tanpa ada asupan makan dan minum. Akhirnya kakek memanggil tetangganya karena kakek khawatir takut nenek kenapa-kenapa.
"Bu tolongin nenek dari kemarin-kemarin nenek terbaring tidur saja tidak mau makan minum takut terjadi apa-apa bu" ucap kakek
"Saya langsung kesitu kek" ucap tetangganya
Kemudian kakek dan tetangga kerumah nenek, sesampai dirumah nenek sudah ada beberapa orang yang kerumah nenek ada pak RT dan tetangga lainnya. Tetangga dan yang lainnya mengajikan dan mendoakan agar nenek cepat sembuh. Setelah itu keesokan harinya nenek langsung sadar dan mengucapkan " kek nenek haus" ucap nenek dengan nada lemas kakek langsung ambil minum buat nenek, setelah itu nenek minum dan berapa menitnya nenek tidur lagi. Kemudian kakek bangunkan nenek untuk makan, tiba-tiba saja nenek terdiam akhirnya kakek langsung bergegas minta tolong kepada tetangga dan tetangganya pada keluar rumah langsung menghampiri rumah kakek. Tetangga langsung mengecek tubuh nenek dan tetangga bilang nyawa nenek sudah tidak ada. Kakek langsung menangis dan peluk nenek begitu erat. Siang harinya nenek langsung dimakamkan karena tidak ada keluarga yang ditungguinya. Setelah sudah dimakamkan, kakek selalu menangis karena sudah tidak ada siapa-siapa lagi dan isi rumah sangat sepi yang biasanya nenek kakek sering ngobrol berdua sekarang sudah tinggal kenangan hanya kakek yang dirumah itu. Kadang kakek suka merenung sendirian diteras rumah dan melamun, pada akhirnya kakek memilih agar hidupnya bisa mencukupi kakek berjualan kayu lagi untuk kebutuhan sehari-hari kakek, meskipun kakek sekarang hanya tinggal satu orang tapi kakek tetap semangat untuk mencari rezeki. Sejak kepergian nenek tetangga selalu memberi makanan dan sembako untuk kakek, alhamdulliah kakek dikelilingi dengan orang yang baik hati sekali.

bagus kak ceritanyaaa
BalasHapus